Pemasangan keramik yang tepat sangat penting untuk menciptakan lantai atau dinding yang rata, kuat, dan tahan lama. Jika dilakukan secara sembarangan, hasilnya bisa kurang estetis, bahkan bisa menyebabkan keramik cepat rusak. Artikel ini akan membahas proses pemasangan keramik yang benar, mulai dari persiapan hingga finishing, agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal.
1. Persiapan Permukaan
Langkah pertama dalam proses pemasangan keramik adalah memastikan permukaan yang akan dipasang sudah siap. Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan:
Bersihkan permukaan dari debu, minyak, dan kotoran lainnya.
Pastikan permukaan rata dan kokoh.
Jika perlu, lakukan plesteran atau acian untuk meratakan permukaan.
2. Perencanaan Pola dan Ukuran
Sebelum memulai pemasangan, rencanakan terlebih dahulu:
Pola pemasangan (misalnya pola lurus, diagonal, atau zigzag).
Ukur luas area dan hitung kebutuhan keramik ditambah cadangan sekitar 10% untuk potongan dan kerusakan.
Tandai titik tengah ruangan untuk memudahkan pemasangan secara simetris.
3. Aplikasi Perekat Keramik
Gunakan semen instan khusus keramik atau perekat tile adhesive. Prosesnya:
Campurkan perekat sesuai petunjuk.
Oleskan dengan trowel bergigi secara merata di permukaan.
Jangan aplikasikan terlalu luas sekaligus agar tidak mengering sebelum keramik dipasang.
4. Pemasangan Keramik
Langkah berikutnya adalah pemasangan keramik satu per satu:
Letakkan keramik dengan tekanan ringan.
Gunakan tile spacer untuk menjaga jarak antar keramik agar nat rapi.
Periksa kerataan secara berkala dengan waterpass atau benang ukur.
Potong keramik dengan tile cutter untuk bagian pinggir atau sudut.
5. Pengisian Nat
Setelah seluruh keramik terpasang dan mengering (sekitar 24 jam), isi celah antar keramik dengan nat atau grout:
Gunakan karet spatula untuk mengisi nat.
Bersihkan sisa nat dari permukaan keramik sebelum mengering.
Biarkan nat mengering sekitar 24 jam sebelum dipakai.
6. Finishing dan Pembersihan
Tahap akhir adalah membersihkan area kerja:
Bersihkan permukaan keramik dari sisa semen dan kotoran lainnya.
Periksa kembali kerataan dan kekokohan keramik.
Hindari lalu-lalang berat minimal 2-3 hari agar hasil lebih awet.
Kesimpulan
Pemasangan keramik yang tepat bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kekuatan dan daya tahan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas secara teliti, Anda bisa mendapatkan hasil yang rapi, kuat, dan memuaskan. Jangan ragu untuk menggunakan jasa tukang profesional jika merasa kesulitan, karena pemasangan yang baik akan memberikan kenyamanan jangka panjang.