Keramik merupakan salah satu material lantai yang banyak digunakan karena tampilannya menarik, mudah dibersihkan, dan memiliki daya tahan yang baik. Namun, tidak sedikit pemilik rumah yang mengalami masalah keramik menggelembung setelah dipasang. Kondisi ini tentu mengganggu estetika sekaligus berpotensi membahayakan penghuni rumah.
Lantas, apa saja penyebab keramik menggelembung setelah dipasang? Simak penjelasan lengkap berikut agar Anda dapat mencegah sekaligus mengatasi masalah ini.
Apa Itu Keramik Menggelembung?
Keramik menggelembung adalah kondisi ketika ubin lantai terangkat dari posisi semula sehingga permukaannya menjadi tidak rata. Dalam beberapa kasus, keramik bahkan bisa terdengar kopong saat diketuk atau pecah karena tekanan dari bawah.
Masalah ini dapat terjadi pada rumah baru maupun bangunan yang sudah digunakan bertahun-tahun.
Penyebab Keramik Menggelembung Setelah Dipasang
1. Perekat Keramik Tidak Menempel Sempurna
Salah satu penyebab paling umum adalah proses pemasangan yang kurang tepat. Jika adukan semen atau perekat tidak menempel secara merata pada bagian bawah keramik, akan terbentuk rongga udara.
Rongga tersebut membuat keramik tidak memiliki daya rekat maksimal sehingga lebih mudah terangkat ketika menerima beban atau perubahan suhu.
2. Adukan Semen Terlalu Kering atau Terlalu Basah
Komposisi campuran semen yang tidak sesuai dapat mengurangi kekuatan ikatan antara keramik dan lantai dasar.
Adukan terlalu kering membuat daya rekat rendah.
Adukan terlalu basah menyebabkan penyusutan saat mengering sehingga muncul celah di bawah keramik.
Keduanya berpotensi menyebabkan keramik menggelembung dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun setelah pemasangan.
3. Tidak Menggunakan Nat atau Expansion Joint yang Memadai
Keramik akan mengalami pemuaian dan penyusutan akibat perubahan suhu. Jika pemasangan dilakukan tanpa memberikan ruang ekspansi yang cukup, tekanan antarubin akan meningkat.
Akibatnya, keramik saling mendorong hingga salah satunya terangkat atau menggelembung.
4. Perubahan Suhu yang Ekstrem
Paparan sinar matahari langsung atau perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan keramik dan lapisan perekat mengalami pemuaian.
Hal ini sering terjadi pada area seperti:
Teras
Balkon
Garasi
Halaman semi-outdoor
Jika tidak diantisipasi sejak awal, tekanan akibat pemuaian akan membuat keramik terangkat.
5. Permukaan Dasar Belum Benar-Benar Kering
Pemasangan keramik pada lantai beton yang masih mengandung kadar air tinggi juga menjadi penyebab utama keramik menggelembung.
Uap air yang terjebak akan memberikan tekanan dari bawah sehingga perlahan mendorong keramik ke atas.
6. Struktur Bangunan Mengalami Pergerakan
Pergerakan pondasi atau penurunan tanah dapat menyebabkan permukaan lantai bergeser.
Ketika struktur bangunan berubah, posisi keramik ikut terdorong sehingga beberapa bagian menjadi terangkat atau retak.
7. Menggunakan Perekat Berkualitas Rendah
Pemilihan material juga sangat berpengaruh. Perekat atau semen berkualitas rendah memiliki daya ikat yang lebih lemah sehingga mudah kehilangan kekuatannya seiring waktu.
Akibatnya, keramik menjadi kopong, longgar, hingga akhirnya menggelembung.
Tanda-Tanda Keramik Akan Menggelembung
Sebelum keramik benar-benar terangkat, biasanya terdapat beberapa tanda berikut:
Bunyi kopong saat diketuk.
Nat mulai retak.
Keramik terasa bergoyang saat diinjak.
Muncul retakan kecil di sudut keramik.
Permukaan lantai mulai tidak rata.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar kerusakan tidak semakin luas.
Cara Mengatasi Keramik Menggelembung
Apabila keramik sudah menggelembung, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
Lepaskan keramik yang terangkat dengan hati-hati.
Bersihkan sisa semen atau perekat lama hingga rata.
Pastikan permukaan dasar benar-benar kering dan bersih.
Gunakan perekat keramik berkualitas dengan ketebalan yang merata.
Berikan jarak nat sesuai standar agar terdapat ruang untuk pemuaian.
Ganti keramik yang sudah retak atau pecah dengan yang baru.
Jika area yang rusak cukup luas, sebaiknya gunakan jasa tukang berpengalaman agar hasil pemasangan lebih maksimal.
Tips Mencegah Keramik Menggelembung
Mencegah tentu lebih mudah dibanding memperbaiki. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Gunakan perekat keramik berkualitas tinggi.
Pastikan lantai dasar rata dan kering sebelum pemasangan.
Terapkan teknik pemasangan yang benar.
Berikan celah nat dengan ukuran yang sesuai.
Hindari pemasangan saat kondisi lantai masih lembap.
Lakukan pemeriksaan berkala jika terdapat bunyi kopong pada lantai.
Kesimpulan
Penyebab keramik menggelembung setelah dipasang umumnya berasal dari kesalahan pemasangan, penggunaan perekat yang kurang baik, perubahan suhu, kadar air pada lantai dasar, hingga pergerakan struktur bangunan. Dengan memahami penyebabnya, Anda dapat melakukan langkah pencegahan sejak awal sehingga lantai tetap kuat, rata, dan tahan lama.
Apabila keramik mulai menunjukkan tanda-tanda menggelembung, segera lakukan perbaikan sebelum kerusakan meluas. Pemasangan yang tepat serta penggunaan material berkualitas merupakan investasi terbaik untuk menjaga keawetan lantai rumah Anda.