Apa Itu Slump Test dalam Beton?
We do not received extra charges

Contact Info

Apa Itu Slump Test dalam Beton?

Apa Itu Slump Test dalam Beton?

Apa Itu Slump Test dalam Beton?

Slump test adalah metode pengujian konsistensi beton segar untuk mengetahui tingkat kelecakan (workability) campuran beton sebelum digunakan. Pengujian ini penting karena beton yang terlalu kaku sulit dikerjakan, sedangkan beton yang terlalu cair dapat mengurangi kekuatan strukturalnya.

Slump test biasanya dilakukan di lapangan atau laboratorium menggunakan kerucut Abrams sesuai standar seperti ASTM C143 atau SNI 1972:2008.

Fungsi Slump Test

Pengujian slump test memiliki beberapa fungsi utama:

  1. Menentukan Workability Beton
    Mengukur seberapa mudah beton dicetak dan dipadatkan.

  2. Kontrol Kualitas Campuran
    Memastikan campuran beton sesuai desain mix.

  3. Mendeteksi Perubahan Komposisi
    Mengidentifikasi jika ada kesalahan takaran air, semen, atau agregat.

  4. Menjaga Konsistensi Produksi
    Memastikan setiap batch beton memiliki sifat yang sama.

Alat dan Bahan Slump Test

Peralatan yang dibutuhkan antara lain:

  • Kerucut Abrams (tinggi 300 mm, diameter bawah 200 mm, diameter atas 100 mm)

  • Batang penusuk (tamping rod) diameter ±16 mm, panjang ±600 mm

  • Pelat datar (base plate) yang rata

  • Meteran atau penggaris untuk mengukur penurunan slump

Cara Melakukan Slump Test

  1. Basahi alat agar beton tidak lengket.

  2. Letakkan kerucut Abrams di atas pelat datar.

  3. Isi beton segar dalam 3 lapis, setiap lapis dipadatkan 25 kali dengan batang penusuk.

  4. Rataskan bagian atas beton pada kerucut.

  5. Angkat kerucut secara vertikal perlahan.

  6. Ukur penurunan beton dari tinggi awal kerucut ke puncak beton setelah slump.

Kategori Hasil Slump Test

Menurut SNI dan ASTM, hasil slump dibagi menjadi:

  • Slump Rendah (0–25 mm) → Beton kaku, cocok untuk konstruksi massal.

  • Slump Sedang (25–75 mm) → Beton plastis, cocok untuk pekerjaan umum.

  • Slump Tinggi (>75 mm) → Beton sangat cair, digunakan untuk pengecoran dengan pompa atau area sulit dijangkau.

Kesimpulan

Slump test adalah pengujian sederhana, cepat, dan efektif untuk mengontrol kualitas beton segar sebelum pengecoran. Dengan melakukan slump test, kualitas dan kekuatan beton dapat dipertahankan sesuai spesifikasi, sehingga keamanan dan daya tahan struktur lebih terjamin.

Baca Juga: Desain Rumah Minimalis dengan Struktur Kokoh: Elegan dan Tahan Lama